Bayangkan seorang penjual jamu di jembatan layang semanggi mendadak terkenal setelah menjadi tamu di acara Hitam Putihnya Dedy Corbuzier. Seorang polisi dari Ambon tampil di Youtube pun menjadi artis penyanyi dalam hitungan detik, walau akhirnya ia tak juga terus melakoni kepiawannya dalam bernyanyi dan bergoyang Dangdut, yaaa ... tidak mengapa.
Apa yang anda bayangkan bila mendengar nama Norman Kamaru ? yaa... Polisi dari Ambon yang pernah tampil di acara Dahsyat, program dengan rating tinggi milik RCTI.
Saat reporter mencegatnya untuk tanya jawab, muncullah namanya dilayar TV dan dibawahnya tertulis juga statusnya sebagai polisi dan selebriti.
Luar biasa memang, selebriti dadakan itu kerap bersikap seperti orang yang benar-benar sukses dan berprestasi. Gaya mereka bahkan lebih hebat dibanding artis lain yang lebih senior, mapan dan nyata-nyata lebih berprestasi. Kalau sudah begitu, maka tak ayal publik dibuatnya terpana dengan komentarnya yang banyak bikin kaget banyak pemirsa TV yang menontonnya.
Ternyata fenomena "Mendadak selebriti" (stempel ini biasanya datangnya dari kalangan kalangan wartawan) bisa menyasar siapa saja, anak sekolah di pelosok belitung, tukang jamu dari Indramayu, perempuan tukang bengkel dari Jember pun bisa saja terkenal serta menjadi pusat perhatian dalam waktu singkat.
Yang penting, lengkapi diri dengan ilmu komunikasi, tidak ada salahnya menguasai dasar-dasar Public Relation bila jutaan matatelah meliriknya bukan tidak mungkin ia lebih terkenal dari petinggi negeri ini sekali pun.
Jadi ada benarnya kata orang tua kita dulu, semua yang ada didunia ini awalnya hanya khayalan, tindakan nyata yang membuat sebuah kursi, meja, mobil, pesawat terbang, satelit di luar angkasa pun menjadi nyata di muka bumi yang fana ini.